HAFIZH QUR'AN | Promo Menarik dari Allah
Dari Abu Hurairah Ra.
berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul
di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya
diantara mereka, melainkan diturunkan atas mereka sakinah, rahmat menyirami
mereka, para malaikat mengerumuni mereka, dan Allah Swt. menyebut-nyebut mereka
di kalangan malaikat yang ada di sisi-Nya.
(Hr. Muslim dan Abu Dawud)
Secara umum, Al-Qur’an dikenal sebagai Kitab
Suci umat Islam yang berisi kalam Allah Swt., diturunkan kepada Nabi Muhammad
Saw. agar disampaikan kepada umat manusia sebagai petunjuk hidup di dunia
menuju kebahagiaan di akhirat. Membaca dan mengamalkannya bernilai ibadah dan
mendapatkan pahala di sisi Allah Swt.
Allah Swt. berfirman :
شَهۡرُ
رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ
مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ )...١٨٥(
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)
Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (Q.S Al-Baqarah (2) : 185)
Menghafal Al-Qur’an adalah proses mengingat
ayat demi ayat Al-Qur’an -baik sebagian atau keseluruhannya- sehingga melalui
hafalan itu dapat menjadi media untuk ikut turut menjaga keaslian Al-Qur’an
sampai hari kiamat. Hukum menghafal Al-Qur’an sendiri adalah fardhu kifayah,
yaitu wajib ada sebagian orang di suatu daerah yang menghafalnya.
Dalam beberapa tahun belakangan, kegiatan
menghafal Al-Qur’an mulai populer. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya
madrasah-madrasah Tahfizh yang bermunculan, serta dukungan dari berbagai pihak
dalam upaya menghargai dan mensejahterakan para hafizh. Apalagi keikut-sertaan
media turut mengambil peran yang cukup penting dalam proses men-syi’ar-kan
amalan istimewa ini.
Mengapa disebut ‘istimewa’? Sebab seorang Hafizh
Qur’an memiliki banyak sekali keutamaan. Berikut uraiannya :
Keutamaan Penghafal Al-Qur’an
1. Menjadi sebaik-baik manusia
Dari ‘Utsman Ra., Rasulullah Saw. bersabda,
“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Hr.
Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah).
Mungkin hadist ini terdengar mainstream,
namun sangat penting. Orang yang mengajarkan Al-Qur’an sebenarnya tidak boleh
sembarangan. Salah satu syaratnya adalah menghafalnya. Sebab mustahil orang
mengajarkan Al-Qur’an, namun ia tidak hafal apa yang dia ajarkan. Jadi, bisa
ditarik kesimpulan, bahwa orang yang dikatakan sebaik-baik manusia adalah
Hafizh Qur’an.
2. Ditempatkan di surga bersama para malaikat
Dari A’isyah Rah.berkata bahwa Rasulullah Saw.
bersabda, “Orang yang ahli dalam Al-Quran akan berada bersama malaikat pencatat
yang mulia lagi benar, dan orang yang terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an
sedang ia bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya dua pahala (Hr. Bukhari,
Nasa’i, Musim, Abu Daud, Tarmidzi, dan Ibnu Majah)
Kata ‘ahli Al-Qur’an’ atau ahlul qur’an
adalah para penghafal Al-Qur’an yang senantiasa membacanya, apalagi ia memahami
makna dan menerapkannya.
Tidak ada kata rugi dalam interaksi bersama
Al-Qur’an. Setiap kata bahkan huruf dinilai pahala bagi pembacanya. Bisa
dibayangkan ada berapa banyak huruf di dalam satu kitab Al-Qur’an, bahkan satu
halaman Al-Qur’an saja ada ratusan huruf yang akan menjadi saksi bagi kita di
hari kiamat. Dan kalaupun masih terbata-bata, maka akan ada dua pahala baginya.
Satu pahala membaca, dan satu lagi pahala dari usaha yang susah payah dia lakukan
demi hal tersebut. Terlebih, bagi para penghafal Al-Qur’an, mereka dijanjikan akan bersama para malaikat
yang mulia di dalam surga. Dan kita sama-sama tahu, bahwa malaikat itu adalah
makhluk Allah yang paling taat. Maa syaa Allah, kan?
3. Panen pahala
Dari Ibnu Mas’ud Ra. berkata bahwa Rasulullah
Saw. bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya
satu hasanah (kebaikan) dan satu hasanah itu sama dengan sepuluh
kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf,
tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu
huruf.” (HR. Tirmidzi)
Pahala membaca Al-Qur’an dihitung per huruf.
Jikalau kita hanya membaca satu huruf saja sudah mendapat 10 kali lipat
kebaikan, lalu berapa yang didapatkan oleh para Hafizh ketika ia dalam proses menghafal?
Sedangkan membacanya saja mustahil ada yang hanya membaca satu huruf, apalagi
ketika menghafal. Pastilah akan terus diulang-ulang, bisa dibayangkan betapa
banyak pahala yang akan didapatkan.
Di dalam hadits yang lain :
Dari ‘Utsman bin Abdullah bin Aus Ats-Tsaqafi
Ra., dari kakeknya, ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Bacaan
Al-Qur’an seseorang tanpa melihat mushaf adalah seribu derajat (pahalanya) dan
bacaanya dengan melihat mushaf adalah dilipatkan sampai dua ribu derajat.” (Hr.
Baihaqi Syu’abul Imam)
Ngerti, kan? Melihat mushaf saja silipatkan sampai dua ribu derajat,
terus kalau tanpa melihat mushaf (hafalan) dikali seribu lagi. Wooah...
4. Diangkat derajatnya oleh Allah
Dari ‘Umar R.A., berkata bahwa Rasulullah Saw.
bersabda, “Allah mengangkat derajat beberapa kaum melalui kitab ini (Al-Qur’an)
dan Dia merendahkan beberapa kaum lainnya melalui kitab ini pula.” (HR. Muslim)
5. Akan dinaikan tingkatan derajat surganya
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar R.Huma. berkata bahwa
Rasulullah Saw. bersabda, “(Pada hari kiamat kelak) akan diseru kepada ahli Al-Qur’an,
‘Bacalah dan teruslah naik, bacalah dengan tartil seperti yang engkau telah
membaca dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya tempatmu adalah pada akhir
ayat yang engkau baca.” (Hr. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah,
da Ibnu Hibban).
Penghafal Al-Qur’an akan terus naik derajat
surganya bersamaan dengan hafalannya. Dan orang yang mencapai hafalan sempurna
30 Juz, dialah yang akan mendapatkan tempat tertinggi di antara yang lainnya.
6. Dipakaikan mahkota untuk kedua orang tuanya di
hari kiamat
Dari Mu’adz al Juhani Ra. berkata bahwa
Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa membaca al-Qur’an dan mengamalkan apa
yang terkandung di dalamnya maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota
pada hari kiamat yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari
seandainya berada di rumah-rumah kalian di dunia ini. Maka bagaimana menurut
perkiraan kalian mengenai orang yang mengamalkannya? (Hr. Ahmad dan Abu dawud)
*Speechlees :’
7. Diberikan sakinah, rahmat, dan dikerumuni
malaikat
Dari Abu Hurairah ra.a baerkata bahwa
Rasulullah saw bersabda “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah
Allah, mereka membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya diantara mereka,
melainkan diturunan atas mereka sakinah, rahmat menyirami mereka, para malikat
mengerumuni mereka, dan Allah Swt. menyebut-nyebut mereka di kalangan malaikat
yang ada di sisinya (Hr. Muslim dan Abu Dawud).
Hadits di atas menjelaskan keutamaan
madrasah-madrasah Tahfizh dan tentang betapa bangganya Allah terhadap hamba
yang mau mempelajari Al-Qur’an. Bahkan disebut-sebut di antara malaikat, guys...
*Jadi terharu...
8. Penghafal Al-Qur’an adalah keluarga Allah
Dari Anas Ra. berkata bahwa Rasulullah Saw.
bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Para
sahabat bertanya, “Siapakah mereka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ahlul
Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang istimewa-Nya.” (HR Nasa’i,
Ibnu Majah, Hakim, dan Ahmad)
Masih nolak nih? Meski ditawari jadi keluarga
Allah?
9. Mampu memberi syafaat bagi siapa yang
dikehendaki
Dari ‘Ali karamallahu wajhah, ia
berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan
menghafalkannya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkannya (Al-Qur’an) dan
mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah Swt. akan memasukkannya ke
dalam surga dan Allah menjaminnya untuk memberi syafaat kepada sepuluh
keluarganya yang kesemuanya telah masuk neraka (Hr. Ahmad dan Tirmidzi)
Betapa mulianya seorang hafidz qur’an, dia
tidak hanya bisa menikmati kenikmatan menghafal Al-Qur’an sendirian, tapi dia
juga bisa mengajak sepuluh orang bersamanya ke dalam surga. Subhanallah.
Dan ada begitu banyak keutamaan-keutamaan
lain. (Admin nggak sanggup nulisnya di sini. Pertama, karena saking banyaknya
keutamaan Hafizh Qur’an. Kedua, nggak kuat dibuat terharu sama tawaran Allah
yang satu ini :”) Memang, kita tidak bisa menjamin bahwa penghafal Al-Qur’an
‘pasti’ masuk surga. Semuanya tetaplah atas kuasa Allah. Tapi sepanjang kita
meluruskan niat hanya untuk Allah, maka insyaallah. Semua punya
kemungkinan.
Subhanallah, ada begitu banyak keutamaan penghafal Al-Qur’an. Menghafal
Al-Qur’an adalah promo terbaik dari Allah untuk menuju surga-Nya. Ada begitu
banyak kebaikan hanya dengan menghafal ayat demi ayatnya. Lalu kita masih ingin
menutup mata dan membiarkan tulisan ini berakhir begitu saja? []

Komentar
Posting Komentar